MSD Modern School of Design | Sulap UMKM Naik Kelas: Kemantren Pakualaman Gelar Workshop Marketing AI Bersama ASRD MSD!

Sulap UMKM Naik Kelas: Kemantren Pakualaman Gelar Workshop Marketing AI Bersama ASRD MSD!

Sulap UMKM Naik Kelas: Kemantren Pakualaman Gelar Workshop Marketing AI Bersama ASRD MSD!

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) kini hadir sebagai jawaban atas tantangan pemasaran digital yang makin kompetitif. Banyak pelaku UMKM merasa kesulitan saat harus membuat konten promosi yang menarik, konsisten, dan efisien. Melihat tantangan tersebut, Kemantren Pakualaman mengambil inisiatif menggelar pelatihan interaktif untuk memberdayakan para pelaku usaha lokal dengan menggandeng Perguruan Tinggi.

Pada hari Kamis, 16 Juli 2026, bertempat di Pendopo Kemantren Pakualaman, suasana tampak begitu hidup dan penuh semangat. Mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB, puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berkumpul untuk mengikuti pelatihan bertajuk Peningkatan Marketing Menggunakan AI. Dalam acara yang diinisiasi oleh Kemantren Pakualaman ini, pihak penyelenggara mengundang narasumber ahli dari kampus seni dan desain yang ada di Yogyakarta, yaitu Eko Cahyo Kusumo W, M.Ds., yang mewakili civitas akademika ASRDMSD Yogyakarta.

Melalui kolaborasi ini, program studi DKVMSD turut mendukung penuh langkah Kemantren Pakualaman. Peran akademisi hadir membagikan wawasan visual dan strategi pemasaran modern agar produk UMKM lokal mampu bersaing secara mandiri di pasar digital global.

Mengubah Persepsi: AI Sebagai Asisten Digital Gratis, Bukan Ancaman

Sering kali, istilah kecerdasan buatan terdengar rumit dan menakutkan bagi para pelaku usaha lokal. Banyak orang mengira bahwa AI akan menggantikan peran manusia atau membutuhkan biaya yang sangat mahal. Pada Sesi 1 workshop ini, Eko Cahyo Kusumo W, M.Ds. selaku narasumber yang diundang secara perlahan membongkar pemahaman keliru tersebut. Beliau menegaskan bahwa AI sebenarnya berfungsi sebagai “asisten digital gratis” yang siap membantu operasional usaha sehari-hari.

Para peserta diajak untuk memahami fondasi dasar pemasaran sebelum melangkah pada teknis pemanfaatan perangkat lunak. Pemateri mengulas kembali konsep dasar Marketing, Digital Marketing, hingga penyusunan Strategi Pemasaran yang efektif. Peserta juga diajarkan cara mengenali target pasar secara spesifik serta menentukan posisi merek (brand positioning) agar produk mereka tampil beda dari pesaing.

Menguasai Seni Merumuskan Prompt

Elemen kunci yang menjadi sorotan utama dalam sesi pelatihan ini adalah penguasaan seni menyusun prompt atau kalimat perintah. Pemateri menekankan bahwa kualitas hasil (output) AI sangat bergantung pada kejelasan dan kedalaman instruksi yang dimasukkan oleh pengguna. Oleh karena itu, para peserta melatih kemampuan mereka melalui dua tahapan krusial.

Tahap pertama difokuskan pada generate copywriting melalui prompt, di mana peserta menyusun kalimat perintah terstruktur untuk menghasilkan naskah promosi yang emosional dan relevan dengan karakteristik pembeli lokal. Tahap kedua berlanjut pada generate visual desain melalui prompt, yaitu kemampuan mengarahkan AI visual untuk menciptakan latar belakang artistik yang mempercantik tampilan produk. Antusiasme memenuhi Pendopo Kemantren Pakualaman saat para peserta menyaksikan foto produk sederhana mereka bertransformasi menjadi materi promosi berstandar profesional secara cepat.

Dampak Nyata Kolaborasi Kemantren Pakualaman dan Akademisi

Inisiatif luar biasa yang diambil oleh Kemantren Pakualaman bersama akademisi prodi DKVMSD membuktikan betapa pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi. Pelatihan di Pendopo Pakualaman ini berhasil menjembatani jurang ketimpangan teknologi yang kerap menjadi hambatan utama UMKM untuk naik kelas.

Melalui program Pengabdian Dosen ini, para pelaku usaha kini memiliki kepercayaan diri baru. Mereka tidak lagi merasa cemas atau tertinggal oleh pesatnya perkembangan teknologi digital. Sebaliknya, para anggota UMKM Pakualaman kini memegang kendali penuh atas strategi pemasaran produk mereka secara mandiri dan kreatif.

Sinergi antara Kemantren Pakualaman sebagai penyelenggara dan ASRDMSD Yogyakarta sebagai mitra ahli menjadi tonggak penting dalam pemberdayaan ekonomi berbasis teknologi di wilayah lokal. Melalui paparan dari Eko Cahyo Kusumo W, M.Ds., para pelaku UMKM berhasil mengubah cara pandang mereka terhadap teknologi kecerdasan buatan. AI kini dipahami bukan lagi sebagai ancaman rumit, melainkan asisten digital setia yang siap membantu melejitkan omzet bisnis.

Kolaborasi positif antara pemerintah wilayah Kemantren Pakualaman dan prodi DKVMSD diharapkan terus berlanjut dalam menciptakan ekosistem usaha lokal yang mandiri, kreatif, dan adaptif di era digital. Mari terus manfaatkan teknologi secara bijak untuk membawa produk UMKM lokal semakin berdaya saing!

 

No Comments

Post a Comment